Kepemimpinannya Adalah Penaklukan, Hijrahnya Adalah Kemenangan, Keteladanannya Adalah Rahmat, Download Gratis Film Umar Bin Khattab 30 Episode di sini http://omar.collectionfree.com

Tulaihah gigih mengadakan perlawanan

0 comments

Cerita mengenai kabilah Tayyi' dan Jadilah ini sampai juga kepada Tulaihah dan para pengikutnya di Buzakhah. Rasanya tidak perlu lagi disebutkan, betapa berita-berita itu membuat semangat dan kekuatan Tulaihah jadi menurun. Kendati begitu ia tetap gigih hendak mengadakan perlawanan biia diserang. Buat dia memang tak ada jalan lain dari pada itu, didampingi oleh Uyainah bin Hisn memimpin tujuh ratus orang dari Fazarah. Dia sangat membenci Abu Bakr dan ingin sekali melumpuhkan kekuasaan Muslimin. Dalam Perang Ahzab dulu Uyainah inilah yang memimpin pasukan Fazarah. Ketika itu ia termasuk salah satu dari tiga kavaleri yang berusaha hendak menyerang Medinah setelah ada persetujuan antara Fazarah dengan Quraizah, dan dia juga yang hendak menyerbu Medinah tak lama setelah pihak Ahzab jatuh.

Tetapi Rasulullah dapat menahan serangan mereka dan Uyainah ini yang lari dikejar dalam ekspedisi Zu Qarad. Sekalipun kemudian ia masuk Islam, tetapi masuk Islamnya karena menyerah kalah kepada kekuatan yang sudah tak dapat dilawan. Namun setelah Rasulullah wafat, ia tidak senang dengan kekuasaan Abu Bakr.

Sekalipun sudah ditinggalkan oleh Tayyi' dan Jadilah, Tulaihah tidak akan mundur dari "kenabiannya," sebab dia tahu benar, bila ia mundur Uyainah akan berbalik melawannya dan semua mereka yang di sekitarnya akan memberontak dan nyawanya terancam. Biarlah dia bertahan, dan dia akan menunggu Khalid dan pasukannya datang. Sesudah itu biarlah terjadi apa yang akan terjadi.

Tiba saatnya sudah Khalid harus bergerak menghadapi golongan murtad itu. Ia mengirim Ukkasyah bin Mihsan dan Sabit bin Aqram al-Ansari sebagai perintis jalan. Keduanya termasuk pemuka dan pahlawan Arab yang berani. Mereka bertemu dengan Hibal saudara1 Tulaihah dan ia dibunuh. Mendengar dia dibunuh Tulaihah dan Salamah, saudaranya yang seorang lagi, keluar memeriksa dan mencari berita lebih lanjut.

Salamah tidak menunda lagi ketika melihat Sabit, lalu dibunuhnya. Ukkasyah bertahan menghadapi Tulaihah tetapi Tulaihah meminta bantuan saudaranya, lalu Ukkasyah juga mereka bunuh. Setelah itu mereka kembali ke tempat semula.

Khalid datang dengan beberapa orang. Melihat kedua sahabat mereka dibunuh, mereka sangat terharu. Kata mereka: "Dua orang pemimpin dan pahlawan Muslim!" Melihat kesedihan sahabat-sahabatnya itu Khalid mengambil sikap untuk tidak menghadapkan mereka kepada musuh sebelum hati mereka tenang kembali. Karena itu ia mengajak mereka berbelok ke Tayyi'. Ia meminta Adi memberikan siapa saja anak buahnya yang dapat dikerahkan. Pihak Muslimin melihat jumlah pasukannya makin banyak dan dengan itu kekuatannya pun akan berlipat ganda. Mereka senang hati berangkat perang. Khalid memimpin mereka ke Buzakhah untuk menghancurkan Tulaihah tanpa menenggang-nenggang dan maju-mundur lagi.

Di sadur dari buku : Abu Bakar
Share this article :
 
TEMPLATE ASWAJA| Umar Bin Khattab - All Rights Reserved